13/04/2010 21:24
Liputan6.com, Kendal: Seorang remaja putri di Kendal, Jawa Tengah, Selasa (13/4) siang tadi mencoba bunuh diri dengan naik ke tower selular setinggi 72 meter di Komplek Lokalisasi, Gambilangu, Kaliwungu, Kendal. Sontak kejadian tersebut membuat warga setempat gempar. Warga kemudian mencoba membujuk remaja putri bernama Fitri Maesaroh, warga Putatsari, Grobogan, Jawa Tengah. Namun pelaku kemudian berteriak dan mengancam akan terjun.
Petugas dari Polsek Kaliwungu, dan Polres Kendal langsung mengamankan lokasi dan meminta warga tidak berteriak agar pelaku tenang. Sebelumnya, menurut salah seorang penjaga tower telepon genggam Ngatimin mengaku melihat pelaku mondar-mandir di sekitar tower. Namun tiba-tiba, warga berteriak jika pelaku sudah berada di atas dan berniat bunuh diri.
Evakuasi pelaku percobaan bunuh diri berlangsung tegang. Petugas butuh waktu lama untuk membujuknya turun. Bahkan, korban sempat melempar dompet berisi uang dan foto pelaku. Setelah bertahan lebih dari dua jam, pelaku akhirnya berhasil dibujuk petugas untuk turun.
Kepala Unit Reskrim Polsek Kaliwungu Iptu Koko Wahyudi dibantu warga mengawal pelaku turun. Sesampainya di bawah, pelaku percobaan bunuh diri ini lemas dan tergeletak. Dengan dipapah warga, pelaku dibawa ke Mapolsek Kaliwungu untuk diperiksa.
Ia enggan memberi keterangan pada sejumlah wartawan, namun dari keterangan petugas yang memeriksa menjelaskan kalau Fitri Maesaroh sudah dua tahun pergi dari rumah tanpa pamit. Fitri mengaku kerap mendapat perlakuan kasar dari orangtuanya dan memilih kabur ke Jakarta untuk menjadi pelayan toko. Namun toko tempat ia bekerja di Kawasan Tanah Abang bangkrut dan banyak karyawan yang dipecat. Fitri kemudian memilih kembali ke Semarang tanpa tujuan hanya dengan bekal pakaian dan uang sebesar Rp 350 ribu.
Saat Fitri tidur di masjid Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, tas berisi uang hilang sehingga ia kebingungan. Akhirnya, Fitri memilih bunuh diri. Kini, ia masih diperksa petugas dan ditampung sementara di Mapolsek Kaliwungu, Kendal, Jateng.(BJK/AYB)
Dari kasus diatas, Fitri Maesaroh seharusnya tidak mencoba melakukan tindakan bunuh diri. meskipun ia telah mengalami banyak cobaan yang sangat berat, ia tidak seharusnya melakukan tindakan itu. seharusnya ia tetap menjalankan hidupnya meskipun sulit dan menghargai hidup sebagai anugrah yang telah diberikan oleh sang Kuasa.